Hadir di Lapas Kendari, Kabid Pembinaan dan Pelayanan Ajak WBP Jadikan Isra Mi’raj sebagai Titik Hijrah

 

Kendari– Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Al-Magfirah Lapas Kelas IIA Kendari, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Mari Kita Jadikan Peristiwa Isra Mi’raj sebagai Momentum Meningkatkan Keimanan, Ketakwaan, dan Akhlak Mulia dalam Pelaksanaan Tugas dan Pembinaan WBP”. Peringatan ini diikuti oleh jajaran petugas pemasyarakatan serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual di lingkungan Lapas Kendari.

Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan dan Pelayanan Wiwid Feryanto Rahadian mengajak seluruh WBP untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik hijrah, yakni perubahan sikap dan perilaku menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, serta memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki diri.

“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang ketaatan dan kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Momentum ini hendaknya menjadi titik hijrah bagi WBP untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membangun akhlak mulia sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wiwid.

Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam sistem pemasyarakatan karena mampu membentuk karakter WBP yang religius, berintegritas, dan memiliki kesadaran untuk berubah secara berkelanjutan.


Peringatan Isra Mi’raj ini diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara, KH. Muslim. Dalam tausiahnya, KH. Muslim membahas makna perjalanan cahaya Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj serta penegasan perintah sholat sebagai tiang agama dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Isra Mi’raj adalah perjalanan cahaya yang menunjukkan kemuliaan Rasulullah SAW. Di dalamnya terdapat perintah sholat yang menjadi penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya, sekaligus menjadi fondasi perubahan akhlak dan perilaku manusia,” tutur KH. Muslim.

Salah seorang WBP berinisial Ansar mengaku kegiatan tersebut memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Peringatan Isra Mi’raj ini sangat menyentuh hati saya. Tausiah yang disampaikan mengingatkan kami untuk tidak putus asa dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik melalui sholat dan ibadah,” ungkap ansar

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dapat tertanam kuat dalam diri WBP, sehingga menjadi bekal penting dalam menjalani masa pidana serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakanwil Ditjenpas Sultra Pastikan Kebersihan dan Kualitas Gizi di Dapur Rutan Kendari

146 CPNS Ditjenpas dan Ditjenim Sultra Jalani Orientasi di Kanwil Ditjenpas Sultra

Tim PKP Kanwil Ditjenpas Sultra Lakukan Pemetaan Potensi Kerawanan di Rutan Kolaka