Monev Ketahanan Pangan, Kanwil Ditjenpas Sultra Apresiasi Program Hidroponik Bapas Baubau

 

Baubau – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara melalui Bidang Pembinaan dan Pelayanan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ketahanan pangan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau, Senin (2/3/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi salah satu program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas Sultra bersama tim dari Bidang Pembinaan dan Pelayanan.

Pelaksanaan Monev ini juga merupakan langkah awal dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Wilayah sebagai unsur pembinaan serta pengawasan terhadap satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dari hasil monitoring yang dilakukan, Bapas Kelas II Baubau dinilai telah melaksanakan program ketahanan pangan dengan baik. Hal tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan yang tersedia untuk budidaya tanaman hidroponik yang terawat dengan baik serta melibatkan klien pemasyarakatan dalam proses pengelolaannya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas Sultra, Wiwid Feriayanto Rahadian, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya bertujuan untuk pemanfaatan lahan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi klien pemasyarakatan.

“Program ketahanan pangan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan keterampilan serta menumbuhkan kemandirian bagi klien pemasyarakatan. Melalui kegiatan seperti hidroponik ini, mereka dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II Baubau, Nasirudin, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan di lingkungan Bapas dengan memanfaatkan lahan yang tersedia serta melibatkan klien pemasyarakatan dalam setiap kegiatan pembinaan.

“Program hidroponik ini tidak hanya menjadi upaya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi klien Bapas. Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan dapat menjadi bekal positif ketika kembali dan berintegrasi dengan masyarakat,” ungkap Nasirudin.

Selain melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan, dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan juga memberikan penguatan terkait tugas dan fungsi kepada seluruh pegawai Bapas Kelas II Baubau agar terus meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Bapas Kelas II Baubau, dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi pembinaan klien pemasyarakatan dan masyarakat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

146 CPNS Ditjenpas dan Ditjenim Sultra Jalani Orientasi di Kanwil Ditjenpas Sultra

Tim PKP Kanwil Ditjenpas Sultra Lakukan Pemetaan Potensi Kerawanan di Rutan Kolaka

Unik! Stand Ditjenpas Sultra Hadirkan Replika Penjara di Kendari Ekspo